Apa itu Psikolog dan Psikiater? Berikut Ulasannya

Apa itu Psikolog dan Psikiater? Berikut Ulasannya

Sekarang ini kasus gangguan mental sering sekali dibahas baik dari media sosial dan media online yang beredar. Terkadang ada banyak orang merekomendasikan untuk datang ke psikolog atau psikiater. Tetapi, apakah Anda tahu perbedaan psikolog dan psikiater? Walaupun mempunyai lingkup kerja yang sama terkait kesehatan mental, keduanya ada perbedaan loh.

Dengan begitu, pada artikel kali ini kami mencoba membantu Anda untuk memberikan perbedaan antara keduanya. Agar tidak terjadi kesalahan informasi yang sering ditemui dan terjadi di masyarakat. Untuk itu, supaya lebih paham lagi mengenai rana kerja antara psikolog dan psikiater, mari kita simak penjelasannya.

Mengenal Psikolog

Memulai penjelasan dari awal, psikolog ini didapatkan dan diharuskan untuk menempuh pendidikan sarjana yang ada di Fakultas Psikologi. Lalu, dilanjutkan untuk langsung menuju pada program profesi yang akan mempelajarinya secara langsung dan melakukan praktik langsung di lapangan. Setelah mengambil profesi ini, psikolog akan melakukan berbagai bidang kerja. Untuk bidang yang paling dekat dengan psikiater adalah mengambil program profesi yang berkaitan dengan psikologi klinik.

Psikologi klinik ini mempunyai ruang kerja yang akan mengawasi dan menangani beberapa kasus yang berkaitan dengan kejiwaan, psikoterapi, dan diagnosis gejala psikologi pasien. Itulah mengapa, seorang psikolog mempunyai kompetensi dalam melakukan tes psikologi dan hasilnya diinterpretasikan. Jawabannya berupa masalah yang dihadapi atau dialami oleh pasiennya. Bentuk-bentuk tesnya pun berupa tes IQ, Kepribadian, minat bakat dan lain sebagainya. Tetapi, psikolog hanya bertugas pada terapi psikososial untuk perilaku, emosi dan pikiran dari pasien, tentunya mereka tidak bisa meresepkan obat-obat dalam menangani beberapa kasus kejiwaan tersebut.

Perbedaan Antara Psikolog dan Psikiater

Letak perbedaannya adalah psikiater ini ruang lingkup yang ada pada ilmu kedokteran, syarat untuk mengambil psikiater ini harus melalui penyelesaian pendidikan dokter dan harus mengambil spesialis kejiwaan. Perjalanan nya pun terbilang panjang dan harus menyelesaikan pendidikan dokter umum atau sarjana, lalu menjalani waktu 4 tahun untuk residensi yang khusus mengambil bidang psikiatri.

Dengan begitu, seorang psikiater ini memiliki kemampuan untuk mendiagnosa dan melakukan perawatan terhadap berbagai masalah psikologis yang terbilang rumit. Dalam hal ini terkait gangguan bipolar dan skizofrenia. Pada beberapa negara, psikiater memiliki izin klinik yang legal dan mempunyai tanggung jawab untuk segala perawatan kesehatan mental pasiennya. Hasilnya seorang psikiater dapat memberikan diagnosis dan menentukan atau memberikan obat yang seharusnya dilakukan. Keahlian mereka difokuskan pada kesemimbangan zat kimia dikepala atau otak. Jadinya, mereka mampu memberikan resep dan menggunakan obat-obat untuk terapinya, semuanya disesuaikan dan didasarkan pada kebutuhan pasien.

Nah, sejauh ini sudah paham kan mengenai perbedaan antara kedua bidang ilmu tersebut. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat dan berguna, setelah memahaminya Anda dapat menentukan tempat yang tepat untuk berkonsultasi. Hal ini dapat digunakan dalam menghadapi stres kehamilan dan info bayi untuk kedepannya.