Mengenal Tambang Emas Terbesar di Indonesia – Grasberg

Mengenal Tambang Emas Terbesar di Indonesia – Grasberg

Investasi emas dianggap sebagai investasi yang menjanjikan hingga saat ini. Biasanya investasi emas menggunakan emas fisik atau emas batangan yang telah diolah dari emas mentah dari hasil tambang emas. Namun saat ini anda sudah dapat menabung emas secara online dengan emas digital di Sehatigold. Sehatigold memberikan kemudahan bagi yang ingin berinvestasi emas dengan modal yang kecil karena emas digital dapat dibeli mulai dari 0,01 gram.

Keuntungannya? Anda tidak harus mengeluarkan modal besar untuk investasi emas dan tidak harus memikirkan tempat penyimpanan yang aman seperti halnya emas fisik. Anda bisa menjual kembali emas digital untuk mendapatkan keuntungan ataupun bisa dicetak menjadi logam mulia ataupun perhiasan. Namun pernahkah anda terpikirkan tambang emas terbesar di Indonesia yang mampu menghasilkan emas-emas ini?

Salah satu tambang emas terbesar di Indonesia dan di dunia yaitu Tambang Grasberg yang terletak di Papua dan merupakan tambang milik Freeport di Amerika Serikat sebesar 48,74% dan pemerintah Indonesia sebesar 51,23%. Tambang ini terletak sekitar 3 km dari tambang Ertsberg. Tambang ini dioperasikan oleh anak perusahaan Freeport McMoran Copper and Gold yaitu PT Freeport Indonesia.

Sejarah Tambang Emas Grasberg

Tambang emas Grasberg merupakan tambang emas freeport yang paling berharga bagi freeport dan juga di dunia. Tambang yang sudah disebut sebagai harta kartun ini mulai dikeruk sejak tahun 1988, gunung bijih dengan ketinggian sekitar 4.000 meter di atas permukaan laut membuat Grasberg kemudian menganga menjadi kawah raksasa akibat penambangan.

Grasberg memiliki keindahan yang menawan dan memiliki daya tariknya sendiri apalagi cadangan sumber dayanya yang menarik perhatian dunia. Setidaknya pada tahun 2004 diperkirakan terdapat sekitar 46 juta ons cadangan bijih emas. Bukan hanya emas, Grasberg juga merupakan tambang cadangan tembaga.

Pada tahun 2006, produksi yang dihasilkan yaitu 58.474.392 gram emas, 174.458.971 gram perak, dan 610.800 ton tembaga. Tahun 2007 menjadi tahun di mana Freeport menjadi perusahaan tembaga terbesar di Indonesia.

3 tahun setelah pengerukan Grasberg pada 1988, Freeport memperpanjang kontrak dengan masa 30 tahun sehingga berakhir pada tahun 2021.  Hal ini membuat Freeport meningkatkan infrastruktur besar-besaran agar dapat memenuhi kebutuhan hingga 17.000 orang baik utnuk para pekerja tambang dan keluarga mereka. Pada keputusan baru Presiden Jokowi memberikan perpanjangan kontrak hingga tahun 2041.

Grasberg awalnya ditambang dengan menggunakan metode open pit atau tambang terbuka. Metode penambangan tersebut sudah mencapai puncaknya pada pertengahan tahun 2019 dan akan segera pensiun. Saat ini Freeport juga sedang mengusahakan produksi Grasberg hingga habis pada penambangan terbukanya.

Freeport sebagai perusahaan tambang emas di Papua yang memegang Grasberg juga sudah mempersiapkan diri untuk beralih ke metode penambangan dengan menggunakan sistem block carving ke tambang bawah tanah. Saat ini Freeport juga sudah siap beralih ke tambang bawah tanah dengan memenuhi syarat-syarat utama yaitu lingkungan, finansial, administratif, dan teknis yang sudah dimiliki oleh Freeport.

Menurut laporan keuangan PT Freeport Indonesia pada tahun 2017, Grasberg memiliki total 6 tambang penyimpanan cadangan emas dan embaga yaitu open pit (tambang terbuka), Deep Mill Level Zone (DMLZ), Deep Ore Zone (DOZ), Grassberg Block Cave (GBC), Big Gossan, dan Kucing Liar.

Menurut Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, produksi tambang emas di Papua ini akan menurun hingga tahun ini setelah ditutupnya metode open pit sembari beralih ke tambang bawah tanah. Hasil tambang diperkirakan baru akan meningkat di tahun 2022.